Posted by: meme on: Agustus 8, 2007
Some of my friend said that I don’t even know what the meaning of life. They were seem to be the people that seeing life “now” is the only thing to consider now or people that didn’t know how I see life but had judge it as a mistake. They said I’m only a child, don’t know how to struggle, how to survive, don’t know about pain and real life, am I?
NO, I’M NOT!!
Bela diri dong, klo gak, sapa yang mau bela?
Kadang aku merasa orang yang umurnya lebih tua malah bersikap lebih kekanak-kanakan, jengah aku melihat mereka. Aku tahu mereka tidak akan mengerti bagaimana aku melihat kehidupan ini, tapi tanpa mereka mengerti mereka sudah sangat merendahkanku.
Apa salah kalo pengen nikah sekarang? Apa salah kalo pengen punya anak sekarang? Meski pengetahuanku minim, bukahkah aku ingin belajar. Apakah bayi harus tahu kata sebelum belajar bicara? Apa ia harus tahu mau kemana sebelum belajar berjalan?
Yang aku tidak memikirkan nafkah uang lah? HAH … semakin mereka membicarakan pentingnya uang semakin aku bersiap untuk hidup kekurangan. Tujuanku menikah bukan uang! Uang hanya alat, barang mati, untuk apa terlalu dipikirkan ketika kita masih mampu mencarinya. Bukankah uang itu untuk meneruskan hidup? Buat apa uang kalo hidup saja penuh dosa, bertambah satu jam ato satu hari, tapi nurani kosong tanpa arti. Biar saja aku hidup hanya sehari lagi, asal bisa mengabdi pada suami. Berkah akhirat yang dicari, bukan sekedar melampiaskan nafsu duniawi.
Siapa yang lebih melihat realita? yang memandang uang adalah masalah yang melebihi segalanya, lebih dari memandang agama sebagai tumpuan hidupnya? Akh entah mengapa hari ini aku benar-benar JENGAH!
Mungkin aku muak, merasa sangat dilecehkan, egoku berontak, aku memang tidak tahu apa-apa tentang hidup tapi Tahu Apa Kalian Tentang Hidup?
WEIGH…hebat anti.
kalo emg dah siap disegerakan saja…daripada membawa fitnah.
rezeqi itu datangnya dari mana saja…tapi sebagai seorang manusia yang tentunya masih ingin tetap hidup di dunia ini hingga waktu penjemputan tentulah materi juga harus di perhitungkan.
bahkan dakwah pun perlu materi ukh…bagaimana juga kita bisa membalas ortu kita jika kita saja kekurangan.
Bagi yang masih punya ortu lengkap…mending fikirin dulu kebahagiaan ortu kita,,,
Allohu a’lam
af1 kalo salah.
Agustus 9, 2007 pada 2:53 am
gak berani komen aku sebenere
coz… aku ndiri kadang masih merasa
masih “ingusan” dalam hal ini.
kadang aku pengen merasa pergi yang jauuuuuuuuuuuuuuuuh
sekali. Ingin rasanya merasakan bagaimana rasanya hidup
dengan sesungguhnya hidup. Tapi semua itu hanya bukti
kalo aku hanya pengen melarikan diri dari kenyataan.
pikiranku saat ini kembali kusut, samar melihat arti hidup.
Semoga mey, tetep semangat dengan hidup mey!
Ganbatte mey. Semua yang mey hadapi saat ini juga
bagian dari hidup kan yagh :hi hi: