Posted by: meme on: September 22, 2007
duhai angin-angin malam, aku masih disini
meratap indahnya sepi, menoreh darah urat jantung hati
terkagum membaca waktu di dinding-dinding kalbu
hai angin, mengapa masih engkau berbisik?
terbawa dingin merasuki tangan, wajah, kaki
sebentar lagi, menuliskan surat cinta yang kesekian kali
menapak tangan di lantai petang
bisa kucium bau sayang, dari bau ubin yang diam
Rindu memuncak
Tetes air mata mendampingi sajak cinta
Syukur, kepasrahan, doa, nama dan harapan
Ya angin malam, bawalah pergi menuju negeri berpelangi
Recent Comments