Posted by: meme on: Januari 10, 2009
minggu ini aku belajar tentang sesuatu, tentang kenyataan menyakitkan bahwa harapan itu kejam. pernah lihat drama jepang berjudul one litre of tears, ada satu scene tentang betapa harapan menjadi sangat kejam, ketika aya menyadari bahwa harapan-harapan nya untuk Asou tidak akan pernah terkabul, hingga akhirnya Aya memilih untuk tidak bersama Asou, karena ketika bersamanya menbuat harapan-harapan itu tumbuh subur, sedangkan dalam kenyataan nya Aya tahu kalo harapan itu tidak akan terwujud.
Harapan yang Kejam
tidak semua harapan berakhir dengan penderitaan, hanya saja saya menyimpulkan bahwa harapan yang digantungkan kepada orang lain lebih banyak berakhir tragis, karena apa yang orang lain fikirkan seringkali berbeda dengan apa yang kita inginkan. Sebagai contoh, saya menginginkan seperti ini tapi saya membutuhkan orang lain untuk mewujudkannya, akhirnya saya menggantungkan harapan saya kepada orang lain itu, yang sayangnya orang lain itu tidak mengerti saya.
Ketika harapan saya tidak terwujud, akhirnya saya hanya bisa meratapi nasib tanpa berbuat apa-apa, toh saya tidak bisa menyalahkan orang yang saya gantungi harapan, dan bagaimana jika dia bilang, “saya tidak memberimu harapan”. BODOH kalo boleh saya bilang, menggantungkan harapan kepada orang lain. Karenanya jangan pernah mengharapkan hal yang sekiranya tidak bisa kita wujudkan sendiri.
Learnt
ini cerita tentang pelajaran yang saya dapatkan minggu ini, saya merasa BODOH ketika saya tersakiti dengan kata setelah lulus, dua tahun, dualima karena saya sudah menggantungkan harapan yang tidak semestinya, BODOH ketika menganggap kata sambil lalu menjadi sesuatu yang berharga, padahal dia mungkin sudah lupa :P
Akhirnya.
saya belajar dan saya mengambil keputusan. saya tidak mau memberikan celah kepada hati saya untuk berharap, biarlah setahun lagi, satu setengah tahun lagi, duapuluhlima, ato selama yang dia suka menjadi RAHASIAnya, jangan beri harapan sebuah celah untuk masuk dan merusak hati saya~ RAHASIAKAN saja~
Kutulis untuk temanku Ipiit, semoga kau tidak lagi mengantungkan harapanmu kepada orang lain, kita bisa jika kita berusaha, OPTIMIS~
tentang harapan yang digantungkan kepada orang lain …
lagi dirumah ni mas, capek tadi nyepeda kampus-rumah, mana sepedanyah ternyata blon bener sejak jatuh di belakang kampus sabtu yang lalu, pegel~ :d Alhamdulillah sampai di rumah tanpa kurang suatu apa … :D
hulaaaaaaaaaa…salam bloger!!!!
hehehe dapat ini link dari amsnya admin….
wekekeke…
salam kenal…..
nama saya riuusa….
hmmm.. tanya2 dunk…kok ga aktif lagi di blog solo????
sekarang namanya berubah jadi bengawan lho…
cuba deh di intip ke
http://bengawan.org
ini webnya…
hmmm milisnya ada di google…aduh lupa namane..but bisa send via mail ke
di tunggu setor mukanya…wakakaak lagi apda gencar setor muka soalnya
:D
aku wes setor muka, tur sajak e seng ngurusi lagi sensi karo aku ya?
lagi usum flu je.
yah… begitulah kalo kita berharap pada manusia, gak ada ujungnya. hmmm… menyakitkan. hiks…
btw, masih ada satu yang paling pantas kita harapkan. siapakah? ya dialah Alloh…. ^_^
SMANGAT!!!
kalo itu mah jangan ditanya :D
harapan mencerminkan bahwa orang tersebut tidak putus asa, tetap optimis, yang penting ojo ngarepne sing keduwuren, nek njiglok ndak kelaran… :D
sayange wes kedadean mas
loro ne tenanan je~
jan jane ketoke aku sering njiglok
kok yo ra sadar2 ya? :p
penting saiki wes sadar deng :D
Januari 10, 2009 pada 4:56 pm
harapan juga mencerminkan bahwa orang itu tidak putus asa. Seorang yang belum bekerja, tetap mengirimkan surat lamaran dengan harapan suatu saat dapat diterima. harapan tergantung kepada kontek pembicaraan tentang “apa”…….( sore, lagi ngapain neh…..)