Mata Pisau

Berawal dari Pandangan

Posted on: April 30, 2007

Berawal dari Pandangan

Mata dan hati mempunyai ikatan yang erat sekali, tatkala mata rusak maka rusaklah hatinya.

Sudah fitrah seorang insan untuk cenderung dan merasa senang kepada lawan jenisnya. Maka wajarlah jika saat memandang lawan jenis muncul rasa tertarik dan merasa indah pada apa yang dipandang. Ketika berlebihan memandang, terbentuklah rasa yang mana akan merusakkan hati. Dan Islam telah memberi batasan dalam hal pandangan kepada manusia, supaya terjauhkanlah ia dari fitnah paling berbahaya ini.

QS An Nur 30&31

24:30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

24:31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan …”.

HR. Bukhari

Rasulullah mengajarkan kepada para shahabat beliau untuk memberikan hak pada jalan bila mereka terpaksa duduk-duduk di pinggirnya untuk berbincang. Beliau bersabda: “(Hak jalan adalah) kalian menundukkan pandangan, menahan gangguan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi mungkar.” (Shahih)

HR. Abu Dawud

Rasulullah bersabda, “Wahai ‘Ali. Janganlah pandangan pertama kau ikuti dengan pandangan berikutnya. Untukmu pandangan pertama, tetapi bukan untuk berikutnya!” (dalam An Nikah VI/186, At Tirmidziy, dalam Al Adab VIII/61, dinyatakan shahih oleh Al Hakim sesuai syarat Muslim, dan disepakati olh Adz Dzahabiy II/194)

Berawal dari pandangan, seseorang terfitnah kepada lawan jenis yang mengantarkannya kepada keinginan zina, menyampaikannya pada zina dan menjerumuskannya dalam lembah kenistaan zina.

QS Al Isra’ 32

17:32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Oleh karenanya janganlah mengumbar pandangan, jagalah mata hingga terjaga pula hati. Hati yang terjaga lebih bisa membedakan yang haq dari yang bathil, yang sunnah dari yang bid’ah. Hati yang terjaga akan dipenuhi cahaya. Hati yang terjaga akan menjaga kita kelak di akhirat sana.

Sumber:

  • Tazkiyatun Nafs karangan Ibnu Rajab Al Hambali, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, dan Imam Al-Ghazali. Penerbit: Daar Qalam Penerjemah: Imtihan Asy Syafi’i. Penerbit: Pustaka Arafah, Solo 2005.
  • Asy Syariah No.2/Rabi’ul Awal 1424 H/Mei 2003

Artikel ini pernah dimuat di blog mey sebelum ini, sayang klo ilang :p

5 Tanggapan to "Berawal dari Pandangan"

thanks atas postingan yang sangat mencerahkan.postingan ini akan saya masukkan ke dalam post of the weeks blog saya untuk menghormati kamu.
Mohon mampir ke

http://www.masroland.blogspot.com.

Terima Kasih.Wassalam.

whe … jadi tersandung karyanya dihormati …
sankyu ne!

astaghfirullah…
susahnya menjaga pandangan& hati.
semoga Allah memberi ketetapan hati pd kita semua.

yang ini beratnya minta ampun tuk dijalani mei, apalagi kalo dah keseringan liat-liat tanpa berusaha istighfar

he eh mas … mei juga baru ngerasa akhir-akhir ini, dan jadi salah satu point yang mei agendakan untuk segera dibenahi tahun ini … kadang karena terlalu terbiasa jadi ne menganggap hal itu OK-OK bae ngunu ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekedar Pikiran

one of my friends used to say "there is an evil side in everyone's life", but for me, i think, i had more than one, i had some evil side inside me. The evil that doing this, one evil that doing those, one more that was here, and some more was there ...
sometimes i get confuse with what I've did, confuse whether it was right or wrong, whether it was necessary or not, or things like that ...
I'm still a little child, hasn't growing up but getting younger ...

my-plurk

Banners

 blogger solo solo gitu what ...!!!


SLC


Bengawan, Komunitas Blogger Solo

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 41,507 visitors

Supported by


WordPress
%d blogger menyukai ini: