Mata Pisau

10 Nasehat Untuk Ukhti

Posted on: September 22, 2007

Dear Ukhti-ukhtiku…
Dear ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, apa kabar iman-mu hari ini? Semoga Allah Yang Maha Indah selalu memberi keindahan padamu dan melindungimu dari segala keburukan
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan “perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)
Ukhti-ukhtiku,
Pagi ini aku membaca sebuah buku didalamnya terdapat 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.
Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adl:


1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.
2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah
3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang
4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah
6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.
8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.
Ukhi-ukhtiku yang kucintai karena Allah Begitu indah menjadi wanita Dengan kelembutan dan kasihnya Dapat merubah dunia
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah Agar negeri menjadi indah Karena dirimu adalah tiang negeri ini
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah Tidakkah dirimu galau melihat keadaan negeri saat ini Apa yang akan kau katakan pada anakmu kelak Saat ia bertanya mengapa negeriku sperti ini?
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah Karena esok negeri ini ditangan generasi kita
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah Begitu indah menjadi istri Setiap perbuatannya merupakan pahala untukmu Lakukan dengan ikhlas karena Allah Insya Allah dunia akhirat ada ditanganmu
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah Semoga Allah yang Maha baik Menjadikan kita wanita dan istri sholehah Membantu dan membimbing kita untuk tetap dijalanNya Amiin.
Untuk ukhti-ukhti ku dimanapun dirimu berada… miss U

Artikel tersebut ditulis oleh seorang akhwat yang semoga Allah memberikan barakah kepadanya. Sungguh benar apa yang beliau tulis, menjadi wanita memang sebuah karunia tersendiri bagi kita. Bagaimana tidak, Allah telah menempatkan kita sebagai makhluk yang akan melahirkan jiwa-jiwa muslim kemudian, insyaaAllah..


Ya ukhti, tidaklah seorang wanita setelah menikah melainkan harus berbakti kepada suami. Ingatlah janji Allah dalam firmanNYa


”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki ynag keji adalah unutk wanita-wanita yang keji(pula), dan wanita-wanita yang baik adalah unutk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah unutk wanita-wanita yang baik (pula)…”
(An Nur: 26)


Dan sesungguhnya janji apa-apa yang Allah tetapkan dalam ayat-ayatNya adalah benar.


Dalam sebuah buku kecil pemberian seorang ukhti yang memiliki komitmen tidak menjalin ”hubungan’ sebelum menikah (sampai sekarang), semoga Allah memudahkan jalannya, tertulislah nasihat seorang ibu kepada anak gadisnya.

Seorang ibu pedesaan memberi nasihat kepada putrinya ketika melepasnya untuk diboyong sang suami dengan ucapan:


”Hai putriku, kamu akan berpisah dengan lingkungan tempat kamu dilahirkan dan meninggalkan sarang tempat kamu dibesarkan, pindah ke sangkar yang belum kamu kenal dan kepada kawan pendamping yang belum pernah kamu kenali sebelumnya.


Dengan kekuasaan suamimu atas dirimu, dia menjadi pengawas dan penguasa. Jadilah pengabdi baginya supaya dia juga menjadi pengabdi bagimu.


Hai putriku, camkan pesanku yang sepuluh sebagai pustaka dan peringatan untukmu.


Bergaullah (berkawan) atas dasar kerelaan (ikhlas)
Bermusyawarah dengan kepatuhan dan ketaatan yang baik.


Jagalah selalu pandangan matanya, jangan sampai dia melihat sesuatu yang buruk yang tidak menyenagkan hatinya.


Jaga bau-bauan yang sampai ke hidungnya, dan hendaknya dia selalu mencium wewangian darimu.
Celak mata memperindah yang indah dan air dapat mengharumkan bila tidak ada wewangian.


Jagalah waktu-waktu makannya dan ketenangan saat tidurnya, sebab perihnya perut disebabkan rasa lapar dapat mengobarkan amarah dan kurangnya tidur menyebabkan timbulnya rasa jengkel.


Peliharalah rumah dan harta bendanya, dirinya, kehormatannya, dan anak-anaknya. Sesungguhnya menjaga harta bendanya adalah suatu penghargaan yang baik, dan menjaga anak-anaknya adalah perbuatan yang mulia.


Jangan engkau sekali-kali membocorkan rahasianya dan jangan menentang perintahnya. Bila membocorkan rahasianya, kamu tidak akan merasa aman dari tindakan balasannya dan bila menentang perintahnya berarti kamu menanam dendam dalam dadanya.


Jangan engkau terlihat gembira di saat dia sedang sedih dan susah, dan jangan bersikap murung saat dia bergembira. Kedua hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman yang akan membuat keruh rumah tanggamu.


Muliakan dia agar juga memuliakanmu dan banyaklah bersikap setuju agar dia lebih lama menjadi pendampingmu.


Kamu tidak akan mencapai apa yang kamu inginkan, kecuali bila mengutamakan keridhaannya di atas keridhaanmu, dan mendahulukan hawa nafsunya terhadap hawa nafsumu dalam hal-hal yang kamu senangi dan yang kamu benci.

Ya ukhti, yang aku mencintaimu karena Allah, berharaplah kita mendapatkan apa yang telah Allah janjikan dalam kalamNya. Seseorang tidak akan pernah luput dari khilaf dan dosa, tapi Allah adalah Yang Maha Luas Ampunannya.


Ya ukhti, ketika kita bukan seorang Fathimah yang mendapatkan sayyidina Ali, apa salahnya kita meniru beliau dalam sikap dan tingkah laku karena beliau adalah pemimpin para wanita pada zaman ini. Tengoklah diri ini, berkacalah. Seperti apakah suamiku kelak? Ya, seperti dirimu ukhti, seperti dirimu, karena wanita yang baik-baik akan dinikahi oleh laki-laki yang baik-baik, begitu pula sebaliknya.
”Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” (An Nur: 3)
Wallahu’alambishowab

Ummu Hafidz, sekitar Agustus 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekedar Pikiran

one of my friends used to say "there is an evil side in everyone's life", but for me, i think, i had more than one, i had some evil side inside me. The evil that doing this, one evil that doing those, one more that was here, and some more was there ...
sometimes i get confuse with what I've did, confuse whether it was right or wrong, whether it was necessary or not, or things like that ...
I'm still a little child, hasn't growing up but getting younger ...

my-plurk

Banners

 blogger solo solo gitu what ...!!!


SLC


Bengawan, Komunitas Blogger Solo

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 41,507 visitors

Supported by


WordPress
%d blogger menyukai ini: