Mata Pisau

Memboikot Suatu Produk

Posted on: Oktober 9, 2007

Subhanalloh, kalo udah rejeki memang gak kan lari kemana …

ada yang membuat mei sedikit bingung, hanya karena kipas cpu mati diminta pulang kerumah? padahal lalu lintas begitu padat, karena sedang ada arus mudik lebaran, disaat seperti ini dibutuhkan lebih banyak konsentrasi daripada hari biasa …

pulang ke rumah menjelang buka, semua sudah duduk di kursi di ruang makan, dan memang adzan kemudian sayup terdengar. ternyata mei mendapat voucher belanja senilai satu setengah juta rupiah dari pihak unilever, kabar yang mei terima dari ummi, voucher itu sebagai bentuk tanda kasih pihak unilever kepada pelanggannya, subhanalloh! satu setengah juta itu bisa buat nambah modal warung kelontong ummi.

ehia, mei jadi inget ma pembicaraan mei di assGross ma temen mei, beliau menolak membeli suatu produk keluaran unilever. Yah kami berbeda pendapat tentang “pemboikotan” suatu produk, katanya pihak unilever memberikan satu persen laba untuk … *mei lupa* trus pernah juga tentang mizone yang katanya produknya zionis, ada juga tentang coca cola. Mei jadi pucing! Mei memang tidak pernah setuju tentang pemboikotan produk yang sudah jelas tidak ada dzat harom di dalamnya. Kalo halal ya udah … setahu mei dulu Rosululloh tidak mengajarkan pemboikotan produk orang kuffar selama ia memang halal. *tapi kalo mei salah diingetin*

trus, apa sumber yang menyatakan itu jelas, kalo ternyata itu cuma akal-akalan pihak yang tengah bersaing dengan produk yang diboikot gimana? apa kita tidak jadi mendzolimi … kalo semisal yang menyatakannya ulil amri, ato MUI, mei nurut, tapi kalo cuma qila wa qola, OGAH AH …

seandainya yang diboikot merugi alias bangkrut
berapa besar pabrik coca cola atau unilever, tahu gak berapa saudara kita yang bekerja pada mereka? masih inget tentang sebuah pabrik sepatu yang tidak lagi diperpanjang kontraknya? itu bisa dijadikan contoh, berapa kita menambah jumlah pengangguran di Indonesia seandainya perusahaan tersebut hengkang.

argh udah weee … malah menyulut esmosi mei nantinya :mesem: semua tergantung sama diri teman semua, mau bersikap bagaimana …

1 Response to "Memboikot Suatu Produk"

Saudara/i yang terhormat, boicot Ini udah darurat. Makanya kita jangan mau enak aja. Makanan itu yang halal dan baik khan. Nah apakah membeli produk zionis itu baik menurut Anda? Anda bisa menikmati tapi Anda pa sadar beberapa persen digunakan untuk membunuh saudara-saudara kita? coba anda pikirkan lebih dalam dan jangan memikirkan segi enaknya. sekali lagi ini darurat. kalau Anda diminta berjihad (berperang) apakah mau? setidaknya kalau tidak bisa berpragn di medan jihad kita bisa berperang dari segi ekonomi. karena kekuatan yahudi itu pada ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekedar Pikiran

one of my friends used to say "there is an evil side in everyone's life", but for me, i think, i had more than one, i had some evil side inside me. The evil that doing this, one evil that doing those, one more that was here, and some more was there ...
sometimes i get confuse with what I've did, confuse whether it was right or wrong, whether it was necessary or not, or things like that ...
I'm still a little child, hasn't growing up but getting younger ...

my-plurk

Banners

 blogger solo solo gitu what ...!!!


SLC


Bengawan, Komunitas Blogger Solo

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 41,507 visitors

Supported by


WordPress
%d blogger menyukai ini: