Mata Pisau

kepada aktifis dakwah: tempat wanita adalah rumah

Posted on: April 23, 2009

ketika saya dirumah

pernah suatu jangka waktu saya diharuskan berada di rumah karena saya tidak kuliah, tidak tanggung2 saya hitung lebih dari enam bulan saya berada dirumah. sebagai mantan seorang aktifis dakwah kampus *cie ileeeeh* dan aktifis dolan ngalor-ngidul, sebuah bayangan tentang berada hanya di rumah dalam jangka waktu yang lama membuat saya enggan pulang. tapi apa mau dikata, saya telah memutuskan dan saya akan bertanggung jawab atasnya.

hari pertama dirumah saya mulai membiasakan diri dengan keadaan rumah, maklum saya biasanya hanya berada dirumah selama dua hari dengan sebulan saya berada di kota pelajar, bahkan terkadang dua bulan baru saya pulang. saya mempelajari aktifitas ibu saya dan apa yang bisa saya kerjakan. memang sejujurnya boleh dikatakan saya tidak banyak membantu hehehe.

ketika kemudian bosan datang menerjang
suatu ketika saya merasa jenuh, tanpa ada kegiatan lain selain seputar rumah dan pasar, saya berkunjung ke rumah salah satu teman ngaji saya *masih inged ngaji rupanya* rumah beliau begitu sederhana, hanya ada karpet ukuran dua kali dua warna hijau muda, bahkan ruang tamu untuk laki-laki lesehan tanpa tikar, bukan ubin dibawahnya, tapi semen yang mengkilap karena sering dipel. ruang tamu laki-laki terpisah hijab warna biru gelap, dan ruangan yang saya gunakan saat itu sebenarnya ruang makan *mungkin* saya melihat hanya ada satu meja kecil *khas mahasiswa* yang diatasnya penuh majalah asy-syariah, nikah, fatawa dan beberapa buku islam yang saya kira keluaran ibnu katsir. ada komputer tua di pojok ruangan, namun sayang kata temenku komputer itu gak bisa hidup karena keterbatasan listrik di rumah kontrakan dua ruangan itu.

ada sebuah meja makan dengan dua kursi dan sebuah almari makan kecil di sisi ruangan yang lain. satu2 alat elektronik slain komputer yang terlihat adalah radio kecil warna silver yang kelihatan sudah tua, bukan untuk mendengarkan acara klenengan, tapi mendengarkan kajian-kajian yang disiarkan secara live dari salah satu stasiun radio. saya juga melihat sebuah mp3 player keluaran sun yang masih segede genggaman tangan terlihat tersambung dengan speaker aktif komputer. kemudian saya bertanya kabar teman saya, *basa-basi dikit* yang lalu dilanjutkan dengan memperbincangkan khidupan wanita berrumah tangga, ada satu hal yang menyentuh perasaan saya kala itu, begini ceritanya :

ketika baru menikah teman saya bingung apa yang hendak beliau lakukan selama seharian dirumah, karena suaminya melarang beliau untuk keluar rumah, kecuali memang bersama beliau, dan apa jawaban sang suami? “itu ada alquran 30 jus, sibuk kan dirimu menghafalnya”. tanpa saya sadari kedatangan saya memang sudah suratan, dalam kedatangan kali ini saya mengerti bahwa memang kodrat seorang wanita berada di dalam rumahnya, mengapa saya harus merasa bosan, memang naluri saya berada di dalam rumah, memang sudah dari sananya tempat saya adalah rumah.

rumah, rumah, rumah~ betapa saya mendambakan rumah saat ini, ketika saya telah kembali menuntut ilmu, saya tidak betah, saya ingin cepat kembali ya ummi, rumah adalah sebaik-baiknya tempat bagiku, saya akan lekas kembali, setelah wisuda nanti~~

RUMAH adalah sebaik-baiknya tempat bagi wanita, karena seluruh kewajiban kita berada di dalam nya, jangan terbutakan oleh nafsu dunia yang membuat kita lebih suka berada di luar sana.

4 Tanggapan to "kepada aktifis dakwah: tempat wanita adalah rumah"

waduh…bingung juga mau berkomentar seperti apa.

Hanya saja menurutku, memasak, mencuci, mengurus anak bukanlah kewajiban seorang perempuan, bukan kewajiban seorang istri. Semua itu adalah kewajiban suami istri.

menurut saya, lebih baik segala sesuatu itu diletakkan pada tempatnya dan sesai kodratnya :D

suaminya temanmu itu betul sekali saya insya Allah sependapat dengan dia…

kata ipin : betul betul betul………

kalo kesepian pasang internet juga boleh lho mbak, kayak adik-adiku yang akhwat2, daripada mblayang ke warnet…

nha terus klo tempat lain kenapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sekedar Pikiran

one of my friends used to say "there is an evil side in everyone's life", but for me, i think, i had more than one, i had some evil side inside me. The evil that doing this, one evil that doing those, one more that was here, and some more was there ...
sometimes i get confuse with what I've did, confuse whether it was right or wrong, whether it was necessary or not, or things like that ...
I'm still a little child, hasn't growing up but getting younger ...

my-plurk

Banners

 blogger solo solo gitu what ...!!!


SLC


Bengawan, Komunitas Blogger Solo

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 41,507 visitors

Supported by


WordPress
%d blogger menyukai ini: