Mata Pisau

Archive for the ‘Islam’ Category

dari: Majalah Fatawa Vol. III/No.9 | Agustus 2007 | Rajab-Sya’ban 1428 halaman 4-7

Rejeki, betapapun banyak orang yang berharap bisa mendapatkannya. Berbagai cara dan upaya ditempuh, pergi pagi pulang petang membanting tulang memeras keringat. tidak puas dengan cara wajar ditempuhlah berbagai cara hingga menabrak rambu-rambu syariat dan akidah.

Rejeki sebenarnya tidak selalu diartikan sebagai harta kekayaan. Dalam Al-Quran banyak disebut kata rejeki dengan segala bentuknya, razaqa atau rizqun. Dalam arti harta kekayaan, sangat wajar jika kemudian manusia begitu mendambakan rejeki yang banyak. Sifat manusia sebagaimana disebutkan oleh Alloh adalah mencintai harta selain menyukai wanita dan anak-anak.

“dan dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dari sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (Surga)” -Ali Imron:14-

REJEKI ADALAH ANUGERAH
Agar hati tidak termakan oleh dunia dan akal tidak dikuasai oleh nafsu, Alloh menegaskan dalam banyak ayat bahwa rejeki adalah berasal dari-Nya. Berbagai ungkapan ayat yang menunjukkan hal ini sudah semestinya mengingatkan manusia dari perilaku sombong seperti Qarun.
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allohlah yang akan memberi rejekinya” -Hud:6-
“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Alloh) sebagian dari rejeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim” -Al Baqoroh:254-

Masih banyak ayat yang menunjukkan bahwa Dia yang memberikan rejeki kepada makhluk-Nya. Dia yang berkuasa untuk mencukupi keperluan manusia. Sekecil apapun makhluk di bumi atau di langit Dialah yang menanggung rejekinya. Binatang yang diciptakan untuk manusia saja ditanggung oleh Alloh, apalagi manusia yang telah dimuliakan.

Sebagaimana ilmu yang untuk memperolehnya manusia harus melakukan usaha pembelajaran, manusia perlu berusaha untuk mendapatkan rejeki, bukan hanya berangan-angan.
“Dan jika sholat telah dilaksanakannya, maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia dari Alloh, dan ingatlah Alloh sebanyak-banyaknya, moga-moga kalian beruntung” -Al Jum’ah:10-

Alloh ‘Azza wa Jall juga memberi peringatan kepada orang-orang yang hanya disibukkan dengan urusan dunia sementara lalai dari tuntutan ibadah. betapa sibuknya manusia dengan dunia, dia hanya mengambil yang telahj ditetapkan oleh Alloh baginya.

PINTU-PINTU REJEKI
Berbagai pintu rejeki telah Alloh sediakan bagi hamba-Nya. Untuk meraihnya manusia mesti mebuka dan memasuki pintu-pintu tersebut. Tanpa membukanya seseorang tak akan mampu meraih rejekinya. Tentang pintu-pintu rejeki, Rosululloh pernah bersabda, “Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya di dunia ini perdagangan merupakan sembilan dari sepuluh pintu rejeki.”

afwan to be continued karena majalahnya sedang dipinjam, sebenarnya artikel ini udah lama pengen mei munculkan, tapi masak ya cuman sebagian … Insya Alloh begitu majalahnya dikembalikan akan mei sambung.

Iklan

entah kenapa aku nulis niy, padahal kesalah-pahaman yang terjadi juga udah kelar, pan cuma gara-gara miscom, yang sempet bikin aku deg deg serr. pas pertama aku mikir, weh kok sampai kayak gini? kejem! temenan aja gak boleh? TER~LA~LU~ *hehehe afwan bagi pihak terkait* kemudian aku jadi mempertanyakan, dalam islam ada nggak ya yang mengatur hubungan dua orang yang beda jender? kulihat artikel-artikel yang aku punya, karena sebenarnya aku cuma ngerasa “klo kayak gini kan gak papa?” cuma perasaan dan perasaan bisa saja salah kan? setelah nyari kesana-kemari aku hanya memperoleh sedikit keterangan yang belum memuaskan hatiku saat ini :melet: garis besarnya adalah diperbolehkan bagi wanita dan laki-laki untuk berhubungan sebatas yang diperlukan. dan tidak boleh melakukan kesia-siaan apalagi ke arah zina. hyuk~~ lanjut ..

Baca entri selengkapnya »

Dear Ukhti-ukhtiku…
Dear ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, apa kabar iman-mu hari ini? Semoga Allah Yang Maha Indah selalu memberi keindahan padamu dan melindungimu dari segala keburukan
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan “perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)
Ukhti-ukhtiku,
Pagi ini aku membaca sebuah buku didalamnya terdapat 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.
Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adl:

Baca entri selengkapnya »

Birrul Walidain

“Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Alloh? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah”
Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9

Keutamaan berbakti kepada kedua orang tua melebihi keutamaan melakukan amalan-amalan yang lain, bahkan disebutkan sebelum jihad dijalan Alloh.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka fardhu ‘ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis”
Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i

Dalam riwayat lain dikatakan : “Berbaktilah kepada kedua orang tuamu”
Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa diantara dosa-dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu Riwayat Bukhari dalam Fathul Baari 11/555

Disebutkan uququl walidain *durhaka kepada orang tua* adalah dosa besar setelah syirik

Dari Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang datang kepadanya berkata, “Sesunggguhnya aku mempunyai seorang istri dan ibuku menyuruh untuk menceraikannya. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang tua itu adalah sebaik-baik pintu surga, seandainya kamu mau maka jagalah pintu itu jangan engkau sia-siakan maka engkau jaga”
Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan hadits ini Hasan Shahih

Tanpa keridloan orang tua maka pintu surga akan tertutup bagi kita,

Beberapa cara berbakti kepada orang tua

  • Bergaul dengan cara baik

yaitu dengan bersikap tawadlu’ (merendahkan diri), tauqiir (menghormati), ta’addub (beradab) dan talattuf (berlaku lemah lembut) dalam perkataan dan perbuatan kepada keduanya

  • Mendoakan Orang Tua

dengan mengucap “Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro” (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil) jika orang tua belum mengetahui tentang dakwah yang haq atau masih berbuat syirik dan bid’ah maka dakwahilah dengan lemah lembut dan berdoa pada waktu-waktu yang utama agar kedua orang tua ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala

Bentuk-bentuk uququl walidain

  • Melakukan perbuatan/mengatakan hal yang menyakiti hati orang tua
  • Berkata Ah dengan ketidaksukaan
  • Tidak memenuhi panggilan orang tua

dalam sebuah riwayat: Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu katanya, “Seorang yang bernama Juraij sedang mengerjakan ibadah di sebuah sauma (tempat ibadah). Lalu ibunya datang memanggilnya, “Humaid berkata, “Abu Rafi’ pernah menerangkan kepadaku mengenai bagaimana Abu Hurairah meniru gaya ibu Juraij ketika memanggil anaknya, sebagaimana beliau mendapatkannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu dengan meletakkan tangannya di bagian kepala antara dahi dan telinga serta mengangkat kepalanya, “Hai Juraij ! Aku ibumu, jawablah panggilanku’. Ketika itu perempuan tersebut mendapati anaknya sedang shalat. Dengan keraguan Juraij berkata kepada diri sendiri, ‘Ya Allah, ibuku atau shalatku’. Tetapi Juraij telah memilih untuk meneruskan shalatnya. Tidak berapa lama selepas itu, perempuan itu pergi untuk yang kedua kalinya. Beliau memanggil, ‘Hai Juraij ! Aku ibumu, jawablah panggilanku’. Juraij bertanya lagi kepada diri sendiri, ‘Ya Allah, ibuku atau shalatku’. Tetapi beliau masih lagi memilih untuk meneruskan shalatnya. Oleh karena terlalu kecewa akhirnya perempuan itu berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya Juraij adalah anakku. Aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata ia enggan menjawabnya. Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah yang disebabkan oleh perempuan pelacur’. Pada suatu hari seorang pengembala kambing sedang berteduh di dekat tempat ibadah Juraij yang letaknya jauh terpencil dari orang ramai. Tiba-tiba datang seorang perempuan dari sebuah dusun yang juga sedang berteduh di tempat tersebut. Kemudian keduanya melakukan perbuatan zina, sehingga melahirkan seorang anak. Ketika ditanya oleh orang ramai, ‘Anak dari siapakah ini ?’. Perempuan itu menjawab. ‘Anak dari penghuni tempat ibadah ini’. Lalu orang ramai berduyun-duyun datang kepada Juraij. Mereka membawa besi perajang. Mereka berteriak memanggil Juraij, yang pada waktu itu sedang shalat. Maka sudah tentu Juraij tidak melayani panggilan mereka, akhirnya mereka merobohkan bangunan tempat ibadahnya. Tatkala melihat keadaan itu, Juraij keluar menemui mereka. Mereka berkata kepada Juraij. ‘Tanyalah anak ini’. Juraij tersenyum, kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya. ‘Siapakah bapakmu?’. Anak itu tiba-tiba menjawab, ‘Bapakku adalah seorang pengembala kambing’. Setelah mendengar jawaban jujur dari anak tersebut, mereka kelihatan menyesal, lalu berkata. ‘Kami akan mendirikan tempat ibadahmu yang kami robohkan ini dengan emas dan perak’. Juraij berkata, ‘Tidak perlu, biarkan ia menjadi debu seperti asalnya’. Kemudian Juraij meninggalkannya”.
Hadits Riwayat Bukhari -Fathul Baari 6/476, dan Muslim 2550 (8)

  • Membentak atau menghardik orang tua.
  • Bakhil, tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.
  • Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, ‘kolot’ dan lain-lain.
  • Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua atau lemah. Tetapi jika ‘Si Ibu” melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri maka tidak mengapa dan karena itu anak harus berterima kasih.
  • Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.
  • Memasukkan kemungkaran kedalam rumah misalnya alat musik, mengisap rokok, dll.
  • Mendahulukan taat kepada istri dari pada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Na’udzubillah.
  • Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.

Diringkas dari Al Manhaj As Salafy

Doa

Posted on: Mei 11, 2007

Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. [Ghafir : 60]

*huaaaa takut masuk neraka jahannam … makanya gak mau sombong akh … banyakin doanya yuk … ^^*

syarat diterimanya Doa

  • Ikhlas
  • Tidak berdoa untuk suatu dosa
  • Tidak berdoa untuk pemutusan hubungan silaturahmi
  • Ketika berdoa tidak mengkonsumsi makanan yang haram
  • Tidak tergesa-gesa mengharap terkabulnya doa
  • Yakin dalam hatinya bahwa doa akan terkabul

Waktu Mustajab Untuk berdoa

  • Sepertiga Akhir Malam
  • Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
  • Setiap Selepas Shalat Fardhu
  • Pada Saat Perang Berkecamuk
  • Sesaat Pada Hari Jum’at
  • Doa Diantara Adzan dan Iqamah
  • Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat
  • Pada Saat Sedang Hujan
  • Pada Saat Ajal Tiba
  • Pada Malam Lailatul Qadar
  • Doa Pada Hari Arafah

Orang yang dikabulkan doanya

  • seseorang yang berdoa untuk saudara yang berada jauh darinya
  • seseorang yang memperbanyak doanya disaat sedang bahagia
  • seseorang yang teraniaya
  • doa orang tua terhadap anaknya
  • doa musafir
  • orang yang sedang berpuasa
  • orang yang sedang dalam kesulitan

Al Kahfi

Posted on: April 30, 2007

mey pernah mengikuti dauroh, dan yang paling mey inget saat itu adalah jika kita menghafalkan surah Al Kahfi ayat 1-10 akan menghindarkan kita dari fitnah Dajjal … Hafalin Hyuk ^^

Berawal dari Pandangan

Mata dan hati mempunyai ikatan yang erat sekali, tatkala mata rusak maka rusaklah hatinya.

Sudah fitrah seorang insan untuk cenderung dan merasa senang kepada lawan jenisnya. Maka wajarlah jika saat memandang lawan jenis muncul rasa tertarik dan merasa indah pada apa yang dipandang. Ketika berlebihan memandang, terbentuklah rasa yang mana akan merusakkan hati. Dan Islam telah memberi batasan dalam hal pandangan kepada manusia, supaya terjauhkanlah ia dari fitnah paling berbahaya ini.

QS An Nur 30&31

24:30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

24:31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan …”.

HR. Bukhari

Rasulullah mengajarkan kepada para shahabat beliau untuk memberikan hak pada jalan bila mereka terpaksa duduk-duduk di pinggirnya untuk berbincang. Beliau bersabda: “(Hak jalan adalah) kalian menundukkan pandangan, menahan gangguan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi mungkar.” (Shahih)

HR. Abu Dawud

Rasulullah bersabda, “Wahai ‘Ali. Janganlah pandangan pertama kau ikuti dengan pandangan berikutnya. Untukmu pandangan pertama, tetapi bukan untuk berikutnya!” (dalam An Nikah VI/186, At Tirmidziy, dalam Al Adab VIII/61, dinyatakan shahih oleh Al Hakim sesuai syarat Muslim, dan disepakati olh Adz Dzahabiy II/194)

Berawal dari pandangan, seseorang terfitnah kepada lawan jenis yang mengantarkannya kepada keinginan zina, menyampaikannya pada zina dan menjerumuskannya dalam lembah kenistaan zina.

QS Al Isra’ 32

17:32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Oleh karenanya janganlah mengumbar pandangan, jagalah mata hingga terjaga pula hati. Hati yang terjaga lebih bisa membedakan yang haq dari yang bathil, yang sunnah dari yang bid’ah. Hati yang terjaga akan dipenuhi cahaya. Hati yang terjaga akan menjaga kita kelak di akhirat sana.

Sumber:

  • Tazkiyatun Nafs karangan Ibnu Rajab Al Hambali, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, dan Imam Al-Ghazali. Penerbit: Daar Qalam Penerjemah: Imtihan Asy Syafi’i. Penerbit: Pustaka Arafah, Solo 2005.
  • Asy Syariah No.2/Rabi’ul Awal 1424 H/Mei 2003

Artikel ini pernah dimuat di blog mey sebelum ini, sayang klo ilang :p


Sekedar Pikiran

one of my friends used to say "there is an evil side in everyone's life", but for me, i think, i had more than one, i had some evil side inside me. The evil that doing this, one evil that doing those, one more that was here, and some more was there ...
sometimes i get confuse with what I've did, confuse whether it was right or wrong, whether it was necessary or not, or things like that ...
I'm still a little child, hasn't growing up but getting younger ...

my-plurk

Banners

 blogger solo solo gitu what ...!!!


SLC


Bengawan, Komunitas Blogger Solo

Top Clicks

  • Tidak ada

Blog Stats

  • 41,981 visitors

Supported by


WordPress